Seluma – Keluhan warga terkait dugaan pencemaran udara kembali mencuat di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja. Sejumlah warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah udara PT Olein Sawit Lestari (OSL) yang beroperasi di Desa Kayu Arang.
Keluhan tersebut bahkan disertai pengakuan salah satu warga Desa Sari Mulyo, Sukarti, yang menyebut suaminya mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan saat ini.
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sari Mulyo, Subroto, mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan langkah penyelesaian dengan mempertemukan warga yang mengeluh dengan pihak perusahaan.
“Kami sudah berupaya menyelesaikan masalah ini. Kami mengajak untuk bertemu guna mencari langkah terbaik, agar tidak terkesan ada pembiaran dari pihak desa. Namun hingga saat ini, Ibu Sukarti belum dapat ditemui,” ujar Subroto saat dikonfirmasi, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan, pihaknya telah membuka ruang komunikasi secara terbuka, termasuk menawarkan lokasi pertemuan yang fleksibel agar mediasi dapat segera dilakukan.
“Kami sudah menyampaikan, jika tidak ingin bertemu di kantor desa, bisa di tempat lain, misalnya di rumah Kadus Ilham atau di kediaman beliau. Kami ingin mencari solusi terbaik, bukan untuk menghakimi siapa pun. Namun sampai sekarang belum ada respons,” tambahnya.
Subroto juga menegaskan bahwa BPD siap memfasilitasi mediasi apabila pihak warga bersedia menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak perusahaan.
“Yang jelas, kami dari BPD sudah mencoba menjalin komunikasi, bahkan siap menyurati pihak PT OSL,” tegasnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi sosial di Desa Sari Mulyo tetap kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa.
“Situasi di Sari Mulyo tetap adem ayem, damai, dan aktivitas masyarakat berjalan normal,” tutupnya.





